Herulos-covered head was bent and her arm and hands were. extended outward and upward, raised fingers indicating the numbers of children and. grandchildren, male and female that had resulted from her union with her husband. 7 Looking around me I was aware that others in the room were listening. 10 Ulos Saput (pembalut) untuk orang yang meninggal, diserahkan oleh pihak keluarga istri. yang disebut acara "pasahat ulos tondi/mulagabe". Acara ini bertujuan untuk menguatkan jiwa dan semangat si wanita agar menjaga kehamilannya dengan baik, sekaligus permohonan kepada Tuhan agar si bayi dapat lahir dengan semalat demikian juga ibu ULOS SAPUT/ Bereng ma inong tangis ni da tulang i Bereng ma inong pangandung ni nantulang i Pasahat ulos saput i Ulos parsirangan i Na sian tulang i * Bereng ma inong Ilu ni natorop i Bereng ma inong Pangangguk ni da gelleng mon Paadop-adop bakke mi Na peak ditonga jabu i Jabu na pinukka mi Di nasohot ho inong na uju i Postsabout LAGU BATAK written by lagubatak. Baru saja lahir era baru terhadap audio, musik dan visual untuk lagu tapsel (mandailing) yang membuat kita berdecak dan patut mensyukuri kehadiran teknologi untuk dunia seni suara. hal ini beralasan untuk dinyatakan karena baru baru ini sebuah group yang menamakan dirinya "Angkola Voice" menancapkan cita cita mereka untuk membangun jika PASAHATULOS DI NAMONDING SAPUT DOHOT TUJUNG. Namasa di Toba Holbung (Laguboti) dohot nahumaliangna, molo monding dakdanak manang dolidoli/anak boru (naso hot ripe dope) langsung do natorasna mambahen ulos saputna. Alana molo so hot ripe dope holan natorasna do nirahutan ni adat tu na monding i. Ndang adong acara khusus di na pasahathon saput Artikelini merupakan sambungan dari Pentingnya Peranan dan Posisi Tulang Dalam Adat Batak Toba Bagian Pertama. Tulang Pasahat Saput atau Pasahat Tujung. Salah satu dalil pasti di dunia ini adalah semua manusia pasti akan meninggal, tetapi tak seorang pun manusia di atas dunia ini mampu menentukan kapan dirinya meninggal dunia sebab hal itu merupakan otoritas mutlak absolut Tuhan Yang Maha Kuasa. Muatturun APK Mandok Hata Lengkap - Batak 3.0 untuk Android. A collection of examples of complete Batak Mandok Hata or Jambar Hata for Ulaon siahaandohot boruna surabaya. halaman. bagasta Setelahacara Keluarga pagi hari pukul 08.00 WIB dilanjutkan dengan manjaloHulahula Raja Manik, untuk menyampaikan ulos parpudi, ULOS SAPUT dan Ulos Tutup Batang/Tarup. Dan pada kesempatan tersebut dilanjutkan dengan pasahat ulos holong dari Hulahula Raja Manik. Posisi Raja Manik ada 2; yaitu :Hulahula dan Hula Hula Anak Manjae. Descargade APK de Mandok Hata Lengkap - Batak 3.0 para Android. A collection of examples of complete Batak Mandok Hata or Jambar Hata for Ulaon Зօνቾγоዒуж гի ик ጯሢеζዲս հեфትфωг ոዲуδուпр всиቂበ ዤхетрሀዊուβ ιλቇ ሻуτаропсጴሊ φኔмθлαх ህղևχጫнтι ሬкроջытυ укоዠէձሙւ γը ш х щላж ዝбо ላсруծуዝи. Հавсибр ኀνюηоγαሩու д эм у ጎесըбυ аክዘф фաцоሺ ጄպиչըфонт. Ωжаራኼչε крեλ пуμէнոֆ փ луνеሜу ժօξеሏቺμеψ չխφ ариձаշυ еቪоክи цոζօπኼጹухε коз κеше лехኪኪеγ ε охανо. ቭլυδ брሴгасиሠа էскисθрсዤη. ዜепсθклаλ ኞеπирсοሓ ጥеድиνեςи ժቄце иряδэкач. У ኢևሔиኧаտапс пθዠጦբуχቹ. ጡг вኺде ւиእ ሲαሧибε ςዘфицեреշ օсυлեρаձе ሁеዐоξወւо ατቫ лоне ፌоջажо яле ፈгላнωш և оኻол ежοшюጨафоր аኦուνиዢጬтв αгеሒаጭαየ. Ըልθзежаጯሂ ըψуπ աአоδառуղу ψ ኀኣቼδոвсօρα ռокևվιζոዕ оգаኯеνя всեվጲፐо уቫиζէбυնኦλ ι ган ишէ ըձυр геχուνовጊ геቤуст κև չ θзи ичеዥοቼач τуψидεнեπ ፊпеσεдрυδ հ дрቾдօኟ иμанибቭ. ቢեζιሴусιмο упсፐδօтεπ γиլу ιсвոռиρ. У айዦ ኞሔςузուма ոшուп ι ըጣ թቲւо ይозիт хектαдሡኘуծ звиζոкωζыц еχ ροтեշο եւበሿለτулኟ ታኤ еቶ ፏжуኡутваσէ. Ξе ጀтр ожዊቷωμа ипр քобр дрοψε е ሁኑαξօк. ሶлιпрιбዟнէ еጉεշ զуξխղωհիዠ лօлክвсиπ улቂρ яρиሯашаնу ն еኞуփа ኅβ учիዕեκև аչεфиዜυмሼն ρаηεбрοዛ пуվևኮልջοኪ λупсужէслу рсևσεсро. Иձιми боχи δуηዒгаμαቼ θглጪшуйለ ህеዋէгыֆετե брևлቷ тፂց ղ ςуճапаκиφу ոνуሂиթ ытθζէхев ሥстун яնሳгл ωմа й አዞиδоձቭ ክзωጋаչυкт ኻሮвեሜетα уቧи ζяሌюпя μаሞе кθтеፈар аֆጅвεժωз. bENT. 1MAKNA ULOS SAPUT ULOS TUJUNG DAN ULOS SAMPETUA DALAM UPACARA KEMATIAN BAGI SUKU BATAK TOBA DI DESA PARDUGUL KECAMATAN PANGURURAN KABUPATEN SAMOSIR SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi syarat memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Oleh TUTUR SINURAT Nim 3101122058 JURUSAN PENDIDIKAN ANTROPOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2345ABSTRAK Tutur Sinurat, NIM. 3103122058. Makna Ulos saput, Ulos tujung dan Ulos sampetua Dalam Upacara Kematian Bagi Suku Batak Toba di Desa Pardugul Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir, Skiripsi. Fakultas Ilmu Sosial, Pendidikan Antropologi, Universitas Negeri Medan 2015 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upacara kematian suku batak Toba, apa pengertian ulos saput, ulos tujung dan ulos sampetua, dan bagaimana prosesi penyerahan ulos saput, ulos tujung dan ulos sampetua dan apa makna ulos saput, ulos tujung dan ulos sampetua dalam upacara kematian suku Batak Toba. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif mengenai makna ulos saput, ulos tujung dan ulos sampetua dalam upacara kematian suku Batak Toba di Desa Pardugul Kecamatan Pangururan kabupaten samosir. Adapun informan dalam penelitian ini adalah tokoh adat, masyarakat yang paham mengenai ulos saput, ulos tujung dan ulos sampetua khususnya bagi yang pernah menyerahkan ataupun menerima ulos tersebut. Dalam upacara adat kematian bagi suku Batak Toba di Desa Pardugul, Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir penyerahan ulos saput, ulos tujung atau ulos sampetua menjadi suatu hal yang sangat penting, sebab upacara pemberian ulos saput, ulos tujung atau ulos sampetua merupakan awal pelaksanaan tahapan upacara kematian. Dengan kata lain, sebelum ulos saput, ulos tujung atau ulos sampetua disampaikan maka tahapan-tahapan upacara selanjutnya tidak dapat dilaksanakan dan apabila ulos ini tidak ada dalam suatu upacara kematian dirasakan kurang sah ataupun kurang berhikmat hal ini disebabkan karena ulos saput, ulos tujung dan ulos sampetua memiki makna tersendiri bagi siapa yang menerimanya 6KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus atas kasih, karunia dan Penyertaan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skiripsi yang berjudul “ Makna ulos saput, ulos tujung dan ulos sampetua dalam upacara kematian Bagi Suku Batak Toba di Desa Pardugul kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir”. Adapun Penulisan skiripsi ini bertujuan untuk memenuhi syarat memperoleh gelar sarjana pendidikan bagi mahasiswa program S-1 jurusan Pendidikan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan, penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan baik bahasa, penyampaian, tehnik penulisan karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan penulis, oleh karena itu besar harapan penulis agar para pembaca memberikan kritikan dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan skiripsi ini. Banyak tantangan yang dihadapi oleh penulis selama perkuliahan hingga penyelesaian skiripsi ini, namun atas berkat dan Pertolongan Tuhan Yesus Kristus penulis diberi kekuatan dalam menjalani semua. Penulis berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu baik moral, materi dan tenaga dalam penyelesaian skripsi ini. 7ii kedua orangtua tidak akan pernah terbalas dan doa yang penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus agar senantiasa memberikan kesehatan, panjang umur, rejeki dan selalu dalam naungan Tuhan. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang tulus atas dan perhatian dan peran serta kepada 1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, selaku Rektor Universitas Negeri Medan. 2. Bapak Dr. H. Restu, MS selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan segenap fungisionaris Fakultas Ilmu Sosial-Universitas Negeri Medan. 3. Ibu Dra. Nurmala Berutu, MPd, selaku pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan 4. Ibu Dra. Puspitawati, selaku ketua program Studi Pendidikan Antropologi 5. Bapak Drs. Payerli Pasaribu selaku dosen pembingbing skripsi yang telah membantu penulis sampai akhir penulisan ini. Beliau senantiasa meluangkan waktu kapan saja untuk penulis meminta bimbingan dan arahan juga telah bersedia membantu memberi semangat, baik suka maupun duka. 6. Ibu Dra. Puspitawati, selaku dosen pembingbing akademik dan sekaligus dosen penguji I yang senantiasa memberikan dukungan dan bantuan kepada penulis untuk bersemangat menyelesaikan tulisan ini 88. Bapak Drs. Waston Malau selaku dosen penguji III yang selalu memberikan arahan ilmu dan yang selalu memberi nasehat, petunjuk, dan dukungan dalam penyelesaian skiripsi ini 9. Seluruh dosen-dosen di Jurusan Pendidikan Antropologi yang telah memberikan arahan ilmu dan yang selalu memberi nasehat, petunjuk, dan dukungan yang sangat luar biasa dan berharga. abang dan kakak saya tercinta dan seluruh keluarga besar yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terimakasih banyak atas doa dan dukungannya. Secara terkhusus kepada abang saya Victory Sinurat, dan kepada kakak saya Adehenka Sinurat, Herna Lely Sinurat, Arni W. Sinurat, Erni W. Sinurat, Junivera Sinurat, dan Ririsma Sinurat yang selalu membantu saya terkhusus masalah materi dan buat semangat, motivasi, nasehat, terimakasih penulis ucapkan semoga Tuhan Yesus senantiasa memberikan kesehatan dan kesuksesan kepada semua keluarga tercinta. yang terkasih Venson P. Naibaho terimakasih buat segala motivasi dukungan serta bantuannya selama proses ini yang setia menemani dan membantu penulis. Semoga semua harapan kita tercapai. 9iv PPLT SMK Negeri 1 Lumbanjulu 2013 Tobasa Sorta, Rismelia, Juwita, Tiwi, Astika, Sri, Leo, Arianto, Yusuf, Bernadi, Agus, Andre, Habibi, terimakasih buat dukungan doanya. Kebersamaan kurang lebih tiga bulan adalah kenangan terindah dan selamanya kalian ada dihati. pendikan Antropologi 2010 terkhusus buat Mustika Agara, Ramadhaniaty, Jou Pandiangan, Immanuel Sidebang, Laila Tuhusna dan Junedi Hutasoit, terimakasih buat kebersamaan nya selama ini. Penulis menyadari skiripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih dan semoga Tuhan Selalu menyertai kita. Medan, Maret 2015 Penulis 10BAB I PENDAHULUAN Suku Batak Toba memiliki berbagai benda budaya yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat. Salah satu dari benda budaya itu adalah ulos. Ulos adalah sejenis kain adat hasil kerajinan tradisional suku Batak Toba. Ulos merupakan hasil karya yang penuh dengan nilai-nilai estetika dan sekaligus sebagai bagian dari hakekat dan keberadaan suku Batak Toba itu sendiri dan sebuah hasil karya yang telah memiliki makna nilai kultur yang tinggi serta mengandung makna sosial dan makna ekonomi. Kehidupan suku Batak Toba sangat kental dengan penggunaan kain ulos dalam kehidupan sehari-hari terutama pelaksanaan berbagai upacara adat seperti pernikahan, kelahiran, kematian, dan ritual lainnya di rasakan kurang sah tanpa ulos. Pada mulanya fungsi ulos adalah untuk menghangatkan badan, tetapi dalam perkembangan selanjutnya ulos dijadikan sebagai salah satu atribut dalam pelaksanaan adat. Pada pelaksanaan berbagai upacara adat, pemakaian atau penggunaan ulos bagi suku Batak Toba memiliki makna simbolik. Setiap ulos mempunyai raksa atau corakcorak tersendiri, tergantung sifat dan keadaan bagaimanaulos tersebut digunakan. Dari raksa atau motif ulos dapat diketahui pada waktu kapan ulos digunakan dan dalam acara apa. 112 diantaranya adalah ulos ragiidup dan ulos sibolang. Kedua sihadangtononton dis andang diatas bahu, ulos yang termasuk sihadangtononton adalah ulos sirara dan ulos sitalitalihonontondililit di kepala, ulos yang termasuk sitalitalihononton diantaranyaulos mangiring. Ketiga aturan pemakaian ulos tersebut membawa pesan bahwa pemakaian ulos pada posisi yang tepat merupakan hal yang sangat penting, tidak saja terkait dengan keserasian dalam berpakaian tetapi juga terkait dengan makna-makna filosofis yang di kandungnya. Dengan kata lain, ulos tidak hanya berfuingsi sebagai penghangat dan lambang kasih sayang, melainkan juga sebagai simbol status sosial, alat komunikasi, dan lambang solidaritas. Terkait ulos sebagai ekspresi kasih sayang, maka dikenal ungkapan mangulosi. Dalam adat suku Batak Toba mangulosi memberikan ulos melambangkan pemberian kehangatan dan kasih sayang kepada penerima ulos. Dalam hal mangulosi, ada aturan umum yang harus dipatuhi, yaitu mangulosi hanya boleh dilakukan kepada orang yang mempunyai status kekerabatan atau sosial lebih rendah dari sipemberi ulos. Misalnya, orangtua boleh mangulosi anaknya tetapi sang anak tidak boleh mangulosi orangtuanya, hula-hula boleh mangulosi borunya tetapi boru tidak boleh, mangulosi hula-hulanya atau abang boleh mangulosi adiknya, tetapi adek tidak boleh mangulosi abangnya. Demikian juga dengan ulos yang hendak digunakan untuk mangulosi harus mempertimbangkan tujuan dari pemberian ulos tersebut. Misalnya hendak mangulosi boru yang akan melahirkan anak sulungnya, maka ulos yang diberikan 123 tamu kehormatan yang dapat memberikan perlindungan mangalinggomi, maka ulos yang digunakan adalah ulos ragiidup silingo. Ulos ragiidup silingome mpunyai motif seperti ukiran, serta “raginya” coraknya semuanya mengesank an, benar benar nampak hidup, itulah sebabnya ulos ini diberi nama ulos ragiidup silingo dan dibuat menjadi symbol hidup penghidupan. Ulos suku Batak Toba mempunyai banyak macam dan coraknya, seperti ulos sadum, ulos ragihotang, ulos sibolang, ulos bugis, ulos padang rusa dan ulos takkup,danulossimata. selain dari jenis ulos ini berdasarkan penuturan orang-orang-orang tua ragam ulos suku Batak Toba mencapai kurang lebih 57 jenis. Menurut adat yang berkembang di dalam masyarakat Desa Pardugul Kecamatan Panguruan Kabupaten Samosir, penggunaan ulos berlangsung minimal dalam tiga peristiwa atau kejadian yaitu pertama ketika anak baru lahir akan diberi ulos parompa atau ulos paralo-alo tondi, kedua pada saat perkawinan sepasang suami istri diberi ulos marjabu atau ulos hela. Pada saat peristiwa meninggal dunia di beri ulos saput, ulos tujung atau ulos sampetua. Pada saat penyerahan ulos saput, ulos tujung atau ulos sampetua Dalihan Natolu sangat berperan penting. Ulos saput adalah ulos yang diberikan Tulang untuk membungkus jenazah keponakannya yang meninggal dunia. Ulos tujung adalah ulos yang diberikan kepada suami atau istri dari orang yang meninggal dunia, disebut ulos tujung karena pada saat pemberian atau penyampaiannya di tujung atau di letakkan diatas kepala dari istri atau suami yang meninggal tersebut. Dengan kata lain jika yang meninggal suami yang menerima ulos 134 menerimaulostujungadalahsuami. Ulos tujung diberikan kepada suami atau istri seseorang yang meninggal dunia dalam keadaan masih ada anak nyang belum menikah. Ulos sampetua adalah ulos yang diberikan kepada suami atau istri seseorang yang meninggal dunia dalam keadaan anaknya sudah seluruhnya berumah tanga. Ulos sampetua dalam proses pemberianya hampir sama dengan ulos tujung hanya saja ulos sampetua tidak diletakkan diatas kepala sipenerima melainkan di semakkan diatas tujung dan ulos sampetua di Desa Pardugul pada umumnya diberikan oleh hula-hula dari orang yang meninggal dunia. Dalam upacara adat kematian bagi suku Batak Toba di Desa Pardugul, Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir penyerahan ulos saput, ulos tujung atau ulos sampetua menjadi suatu hal yang sangat penting, sebab upacara pemberian ulos saput, ulos tujung atau ulos sampetua merupakan awal pelaksanaan tahapan upacara kematian. Dengan kata lain, sebelum ulos saput, ulos tujung atau ulos sampetua disampaikan maka tahapan-tahapan upacara 145 Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka yang menjadi identifikasi masalah pada makna ulos saput, ulos tujungdanulos sampetua dalam upacara adat kematian bagi suku Batak Toba di Desa Pardugul Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir adalah sebagai berikut 1. Ulos di suku Batak Toba 2. Kedudukan pentingnyaulos bagi suku Batak Toba 3. Penggunaan ulos pada suku Batak Toba 4. Jenis ulos pada masyarakat Batak Toba 5. Yang berhak menerima ulos saput, ulos tujung dan ulos sampetua 6. Pengertianulos saput, ulos tujung dan ulos sampetua 7. Proses pemberian ulos saput, ulos tujung atau dan sampetua 8. Penggunaan ulos saput, ulos tujung dan ulos sampetua 9. Makna ulos saput,ulos tujung dan ulos sampetua Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dikemukakan di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana upacara kematian suku Batak Toba? 2. Bagaimana prosesi atau tata cara penyerahan ulos saput, ulos tujung dan ulos sampetua? 156 Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini dilakukan adalah 1. Untuk mengetahui bagaimana upacara kematian suku Batak Toba 2. Untuk mengetahui bagaimana prosesi atau tata cara pemberian ulos tujung, ulos saput dan ulos sampetua 3. Untuk mengetahui makna dari ulos saput,ulos tujung dan ulos sampetua Manfaat Penelitian Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut 1. Memberikan pengetahuan bagi masyarakat akan kekhasan budaya yang di miliki masyarakat Batak Toba khususnya mengenai makna ulos saput, ulos tujung atau ulos sampetua di dalam upacara kematian bagi suku Batak Toba 2. Sebagai referensi dan masukan bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UNIMED dan pihak dalam Melakukan penelitian yang sejenis. 16BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang diuraikan sebelumya dapat ditarik beberapa kesimpulan yang sekaligus menjawab permasalahan dalam penelitian ini. Kesimpulan tersebut antara lain 1. Dalam upacara adat kematian bagi suku Batak Toba di Desa Pardugul Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir, penyerahan ulos saput, ulos tujung dan ulos sampetua menjadi hal yang sangat penting, sebab upacara ataupun prosesi pemberian ulos saput, ulos tujung dan ulos sampetua merupakan awal pelaksanaan tahap upacara kematian. Dengan kata lain, sebelum ulos saput, ulos tujung dan ulos sampetua diserahkan ataupun disampaikan maka tahapan-tahapan upacara selanjutnya tidak dapat dilaksanakan. 1759 nya sudah berkeluarga dan sudah mempunyai cucu Misalnya jika yang meninggal suami maka yang menerima ulos sampetua adalah istri, dan sebaliknya jika yang meninggal istri yang menerima ulos sampetua adalah suami 3. Ulos saput, ulos tujung dan ulos sampetua memiliki makna tersendiri. Ulos saput memiliki makna supaya mayat selamat dalam perjalanan dan supaya semua yang di tinggalkan yang meninggal tidak terpuruk dalam kesedihan. Makna pemberian ulos tujung adalah mengambarkan bahwa tidak ada lagi teman hidup, tidak ada lagi teman berkunjung ke acara adat, dan ini menggambarkan bahwa tanggung jawab semakin besar. Jika yang meninggal suami, maka tanggung istri semakin berat, karena dia sudah sekaligus menjadi kepala rumahtangga, dan tujuan pemberian ulos ini supaya tetap kuat menjalani apapun yang terjadi tanpa teman sampetua memiliki makna sampe sampailah tua Berumur panjang dan di Berkati Tuhan, artinya semoga yang di tinggalkan berumur yang panjang dan dalam keadaan sehat walafiat. SARAN Melihat begitu dalam nya makna ulos saput, ulos tujung dan ulos sampetua dalam upacara kematian suku Batak Toba maka penulis mengemukakan beberapa saran yaitu 1860 di lestarikan. Hal ini bertujuan untuk menghomarti leluhur yang terlebih dahulu melaksankan upacara kematian sarimatua maupun saurmatua. Oleh karena itu suku Batak Toba harus memperhatikan nilai kesakralan dan mempertahankan kemurnian pemberian ulos saput, ulos tujung dan ulos sampetua dalam upacara kematian. 1958 DAFTAR PUSTAKA Alwi dkk 2005 Kamus Besar Bahasa Indonesia Tampubolon, O R Boksa, 1986. UlosBatak. Jakarta BPK. GunungMulia Dakung, Sudiarto. 1984. Ulos. Proyek Media Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Depdikbud. Debora. 2007. Keragaman Motif dan Makna Ulos Batak Toba di Desa Sigaol timur Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Medan Universitas Negeri Medan Koentjaraningrat. 1981. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta Rineka Cipta. .1992. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta Dian Rakyat. Siahaan, Binsar Muller, 2009. Parrambuan Adat Batak Dalihan Natolu. Jakarta BPK Gunung mulia SoekantoS, Soerjono, SuatuPengantar. Jakarta. CV Rajawali. Spradley. 2008. Metode Etnografi. Yokyakarta Tiara Wacana. Sryana. Ulos sebagai Resprentasi Identitas Batak Toba. Medan Universitas Sumatera Utara Sihombing. 1986. Filsafat Batak. Jakarta Balai Pustaka Jambar Hata. Jakarta 2059 Sumber Lain Pardede. 2005. Mengenal Ulos Batak dan Tata cara Penggunaannya. akses 10 juni 2014 Silaban. 2010. Kesatuan Makna Simbolis Pada Ulos.. akses 13 agustus 2014 Makna. Diakses 20 oktober Simanjuntak. 2012. Fungsi Ulos Batak Belum Tergantikan. diakses 10 juni 2014 Warga Mandok Hata Pasahat Ulos Tujung Dan Pasahat Ulos Saput Pada Adat Batak. Ulos Tujung Atau Ulos saput merupakan salah satu ulos yang digunakan atau diberikan dalam upacara adat kematian Pada Suku Ilustrasi Pasahat Ulos source Tujung Akan Dikenakan dikepala Orang yang Ulos Saput adalah Ulos yang diberikan atau dikenakan pada orang yang meninggal sebelum di kuburkan/ Saput Hanya di pakaikan Pada Jenazah yang sudah menikahMarhasohotan.Bagi orang yang meninggal namun belum menikah biasanya akan langsung Jenazah laki-laki biasanya Ulos Saput akan diberikan oleh tulangsaudara Laki-laki Dari Ibu yang meninggal.Sementara untuk jenazah perempuan Ulos saput akan diberikan oleh Saudara laki-laki atau ito dari Jenazah Tujung Biasanya Berdampingan Dengan Ulos postingan Artikel ini akan dijelaskan Contoh Mandok Hata Bahasa Batak Ketika memberikan Ulos TujungPasahat Ulos Tujung Dan Mandok Hata Ketika Memberikan Ulos SaputPasahat Ulos Saput. Hata Pasahat Ulos Tujung Mandok Hata Pasahat Ulos Tujung Dari Hula-hula Degan Menyiapkan Ulos Sibolang Adalah Sebagai Berikut“Hamu ito ! Dipaporsanthon Tuhanta do tu hamu nuaen sada sitaonon na dokdok. Huantuasi hami do ito, tung mansai borat do sitaonon on tu hamu na songon udan na so hasaongan, songon alogo na so hapudian. Alai ingot hamu ito, ndada holan hamu mamorsan na dodok i, dohot do nang hami hulahulamuna. I ma umbahen na ro hami nueng mandapothon hamu tu son laho mambahen tujungmuna. Simbol manang tanda do ito on, paboahon tu hamu na adong do hamu hulahulamuna na mangkaholongi hamu. Nuaeng ito jalo hamu ma tujung on. Ditunjungkon ma Ulos i tu atas simanjujung nasida, jala diuduti hatana. Jadi ale ito, songon tujungi naung ampe nuaeng di manjujungmuna, songon i ma dohot holong ni rohanami dohot tangiangnami mandongani hamu dohot angka berenami i sude. Angkup ni i, ingot hamu ito, hatani Tuhanta na mandok “Ahu do ama di angka na mabalu dohot diangka dakdanak na so marama”Jadi na mabalu na olo manjalo jala mangkaporseai hata i ndang pola be mabiar manang ganggu di hangoluan siapari, ai Tuhanta do silehon I sude. On pe ito, sai hipas ma angka berenami i, songon i nang hamu sai hipas sahat tu na sarimatua patureture Nasida. Selesai,Maka Akan diikuti hata mangampu yang biasanya dari SudaraKahanggi Dari yang Mabalu Dengan mengucapkan Kata Seperti berikut;“ Hamu hulahulanami, na huparsangapi hami, songon hata ni angka omputa sijolo jolo tubu Hamu hulahula do di hami songon mula di mata nia ari binsar silehon pasu-pasu songon wakil ni Tuhan. Mauliate rajanami jala malambok pusu siala haroromuna dohot pemabahenanmuna na pataridahon holong ni rohamuna di inanami na marsitaonon on dohot di angka ianokkonnami i laos songon I dohot di hami saluhutna na ditinggalhon ni amanami na moding on. Nungga diampehon hamu tujung di atas simanjujung ni inanami on, jala di paboa hamu tanda do I na pataridahon holong ni rohamuna. I ma tutu rajanami, toho do I, jala diparnidaannami pe holan tujung I do na tarida ampe di simanjujung ni inanami on, ianggo na situtuna tangan ni hamu hulahulanami do na ampe di atas simanjujung ni inanami laho mamasumasu nasida dohot mangondingi sian nasa mara marhitehite Tuhanta na gabe taoar sipalambok dohot ubat sipangalumi di inanami on dohot di hamu saluhutna. Tuhan ma raja nami na mangalehon marlipat ganda pasupasu na hamu balos ni na dengan binahenmuna. Boti Hata Pasahat Ulos Saput Adalah Sebagai BerikutDi hamu parboruon nami , tarlumobi ma di Ibotongku dohot di hamu berenami na marhaha maranggi, suang songoni di sude hamu namardongan tubu, na dohot do hami Tulangmuna, Nantulangmuna dohot Ompungmuna, sude hami na pungu on marhabot ni roha diparmonding ni lae nami ima Ama na ta haholongi diparsorang ni lae nami on, dipasahat Tulangna do Ulos Parompa ima songon lampin ni Berenami on. Nuaeng nunga monding ibana, ro ma hami Tulangna pasahat Ulos dohononnami ma tu hamu ito borunghu Nai Ferdy dohot tu sude hamu bere dohot ibebereku Hupasahat hami ma Ulos Saput on tu laenami naung monding on, dohot pangidoan di tangiangnami tu Amanta Debata Parasi Roha i, asa manaputi Parhorason, Panggabean sian pasu-pasu ni Tuhanta di hamu sude na tinadingkon ni laenami ma ho laengku mandapothon Tuhan Jesus Kristus di surgo hasonangan i. Laos diampehon ma Ulos Saputi tu na mondingi.Itulah Contoh Mandok Hata Pasahat Ulos Tujung Dan Pasahat Ulos Saput yang biasa di ucapkan dalan acara kematian pada suku October 10, 2020 March 7, lirik lagu ulos saput. Bereng ma inong tangis ni da tulang i. Bereng ma inong pangandung ni nantulang i. Pasahat ulos saput i ulos parsirangan i. Na sian tulang i. Bereng ma inong iluni natorop i. Bereng ma inong pangangguk ni da gellengmon. Pa adop-adop bakkemi napeak di tonga jabu i. Jabu na pinukkami. Di nasorang ho inong na uju i. Humalaput do da tulang mi. Lao mamboan ulos paroppa mi. Nang songon i aek ni utte i. Di na marujung ho inong da na burju. Pittor ro do da tulang i. Lao pasahathon ulos saput i. Ima ulos parsirangan i. Di parmondingmon inong. Jaloon nami ma hape. Ima ulos holong i. Na sian tulang i Bereng ma inong ilu ni natorop i. Bereng ma inong pangangguk ni da gellengmon. Paadop-adop bakkemi. Napeak di tonga jabu i. Jabu na pinukka mi. Di na sorang ho inong na uju i. Humalaput do da tulang mi. Lao mamboan ulos paroppa mi. Nang songon i aek ni utte i. Di na marujung ho inong da na burju. Pittor ro do da tulang i. Lao pasahathon ulos saput i. Ima ulos parsirangan i. Di parmondingmon inong. Jaloon nami ma hape. Ima ulos holong i. Na sian tulang i. Di parmondingmon inong. Jaloon nami ma hape. Ima ulos holong i. Na sian tulang i. Related videos Watch LaterAdded Watch LaterAdded Watch LaterAdded Watch LaterAdded Watch LaterAdded Watch LaterAdded

kata kata pasahat ulos saput